Jl. Kampung Malang VIII / 6 Surabaya
Minggu, 20 April 2014
Home     Tentang Kami     Buku Tamu     Redaksi     Webmail     Login     
MATAHARI MARHAENISME!
Terbitnya matahari Marhaenisme.

Sehari kesehari, hidoep terrasa malang.
Djangan poetoes asa, o Marhaen, palingkanlah moeka ke Timoer, Matahari Marhaenisme moelai menjingsing.

Apakah Marhaenisme itu ?
BURGELIJKE REVOLUTIE
Revolusi kaum Borjuis / berada / mapan / kaya karena dalam keadaan terdesak, dengan mendorong bantuan (dukungan) dari kaum Proletar (miskin). Tetapi sesudah terlaksana revolusi itu, kaum Burgelijke lah (Borjuis / Kaya / Mapan) yang berkuasa, sedangkan kaum Proletar tetap melarat.
BRAINTRUST
"Kumpulan Tenaga Otak" Tiap partai perlu adanya Braintrust (Thinktank), guna menentukan strategi dan taktik partai. Biasanya orang yang cerdik pandai (cendikiawan / profesional) yang memberi bimbingan dan dorongan secara obyektif pada sebuah partai atau perhimpunan
BOURGEOISME : Baca Bursoasi
Kaum Borjuis (Mapan / Berada / Kaya). Lawan dari Proletariat. Kelas Borjuis ialah kelas yang mempertahankan Kapitalisme karena sudah mengenyam kenikmatannya. Umumnya dikatakan Borjuis ialah kaum kelas menengah yang berpunya atau berada. Kaum Borjuis (Kaum Mapan / Kaya) sering menghalang - halangi pergerakan rakyat yang menghendaki perubahan masyarakat (anti kemapanan)
nurdjaedi soemarno,SE, Bekasi
Rabu, 13 Juli 2011 10:32:18

salam kenal dari kami. senang bisa masuk ke rubrik ini, pelurusan sejarah perlu sekali dinegara ini supaya generasi muda mengerti akan dan siapa BUNG KARNO
M.Rifqi, bogor
Selasa, 21 Juni 2011 10:03:53

Mantan Presiden bapak Ir.Soekarno yang sangat hormati, saya bermimpi kapan ya indonesia memiliki presiden seperti beliau lg, saya yakin seandainya beliau masih ada indonesia akan maju dan mnejadi raja asia atau pun dunia, tidak hanya cerdas dan pintar, beliau juga mahir dalam bidang apapun termasuk memimpin indonesia, pada jaman indonesia masih di pimpin oleh beliau indonesia menjadi raja asia dan tidak ada yang berani menghina indonesia seperti negara-negara yang menghina budaya, Ras, dan para TKW yang nasib ya sangat memprihatinkan di tangan negara-negara yang menurut saya patut harus di balas. saya dan para rakyat sangat menginginkan dan butuh orang seperti beliau yang sangat tegas, jujur, adil dalam bidang apapun, tapi saya perpikir mustahil Bapak Ir.Soekarno kembali seandainya beliau masih hidup saya yakin indonesia akan tenang. salam suara rakyat.
TJUK KASTURI SUKIADI, SURABAYA
Minggu, 05 Juni 2011 22:45:08

Arak -arakkan Prasasti Bung Karno Arek Suroboyo sore hari ini yang berawal dari rmh Bung Peter A Rohi di kampung Malang dengan Tamu Khusus Putra Bung Tomo Cak Bambang Suklistomo yang mengambil route Jl Mawar-Kedungsari-Kedungdoro-Bubutan-Tugu Pahlawan-Kebonrojo-Sulung Kali dan berakhir di situs kelahiran Bung karno di Pandean Gg IV no 40 disambut oleh rakyat Surabaya dengan gegap gempita dan sungguh sangat dahsyat! Hidup bung Karno! hidup Pemimpin Besar Revolusi! Merdeka!
Hen Eska, bekasi
Sabtu, 07 Mei 2011 18:58:15

zonder perjoeangan itu tidakla ia [idee] akan menjadi realiteit !...
kyai sadrakh, bekasi
Senin, 13 Desember 2010 23:12:02

Apa yg bisa diperbuat kaum marhaenis, melawan kapitalisme yg semakin menggurita di setiap sendi2 kehidupan berbangsa kita pd saat ini?.
djokoali, banda aceh
Minggu, 12 Desember 2010 08:56:46

salam utk mas Pipit...saya sempat bertemu di berlin jerman tahun 1995 sempat berdiskusi juga....menarik...dan mengasyikkan sekarang dia sudah bisa msuk ke indonesia lagi selamat datang bro'
..:: ::..
Online : 3
Hari ini : 43
Hits : 16562
Soekarno Lahir di
Jl. Pandean IV/40, Peneleh, Surabaya
Jawa Timur 60274
6 Juni 1901 - Kamis Pon
Peter Rohi
Toga
Agiz
Angga
K. Sukiadi
Bam Bud
Soekarno Institute -Rumah Tempat Kelahiran Soekarno Akan Dijadikan Cagar Budaya
Rabu, 08 September 2010 13:23:22
Rumah Tempat Kelahiran Soekarno Akan Dijadikan Cagar Budaya

bidik.co.id : SURABAYA- Banyak pejuang kemerdekaan lahir, besar, bahkan gugur di Kota Surabaya, Jawa Timur. Tak terkecuali Bung Karno, yang menurut banyak ahli sejarah lahir di Kota Pahlawan ini.

Kini pemerintah Kota Surabaya Selain berancang-ancang mengirimkan surat resmi soal pelurusan data sejarah soal kota kelahiran Soekarno ini ke Sekretariat Negera. “Kami ingin menjadikan Surabaya sebagai Kota Soekarno. Jika Washington DC saja bisa mewakili George Washington, kenapa Surabaya tidak dengan Soekarnonya,” kata Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono belum lama ini.

Jika data sejarah itu berhasil diluruskan, rumah tempat kelahiran Soekarno yang sekarang telah dijual, akan dijadikan bangunan cagar budaya. Rumah tersebut kini dihuni oleh keluarga Jamilah sejak 1990 yang dibelinya seharga Rp16 juta.

Saat diberitahu bahwa rumahnnya adalah tempat lahirnya mendiang Bung Karno, Jamilah sangat kaget karena tidak menyangka jika rumahnya merupakan tempat kelahiran tokoh besar.

“Sejak dua tahun terakhir memang banyak peneliti yang datang ke sini. Tapi saya tidak menduga kalai ini memang rumah kelahiran Bung Karno,” kata Jamilah.

Sekira satu abad silam, Soekarno kecil atau Koesno, nama kecilnya, lahir di kampung Pandean Peneleh Gang IV No. 40, Surabaya. Sebuah kampung yang kini penuh dengan gang sempit di pusat Kota Surabaya.

Konon, saat itu ayah Soekarno, R. Soekeni Sosrodihardjo dipindahtugaskan dari Singaraja, Bali, sebagai guru di Sekolah Rakyat Sulung Surabaya pada 1900. Soekeni datang bersama istri tercinta Nyoman Rai Srimben yang tengah mengandung Soekarno menuju Surabaya dengan menggunakan kapal.

Saat itu, kapal itu berlabuh di Kalimas, tak jauh dari rumah yang kini ditempati Jamilah. Soekarno sendiri lahir pada 1 Juni 1901.

Sementara Blitar, yang selama ini sering disebut-sebut tempat kelahiran proklamator RI ini, adalah tempat penugasan terakhir Soekeni Sosrodiharjo ketika dipindahkan dari dari Mojokerto dan dipromosikan menjadi penilik pada 1917.

Ketika itu Soekarno sudah mondok (kos) di rumah HOS Tjokroaminoto . Tahun 1920 dibelilah rumah yang sekarang dikenal sebagai rumah orangtua Bung Karno.

Keterangan bahwa Soekarno terlahir di Surabaya ini berdasarkan dari buku-buku biografi tentang Soekarno antara lain Soekarno sebagai Manusia (I am Yang Tjoe, Penerbit Ravena Solo 1933), Kamus Politik (AM Adinda/Usman Burhan, Penerbit Ksatrya Surabaya 1950). Tiga terbitan ensiklopedi masing-masing Ensiklopedia Indonesia 1955, NV Penerbitan W. Van Hoeve Bandung, Ensiklopedia Indonesia terbitan PT Ikhtiar Baru 1986, Ensiklopedia Nasional Indonesia Penerbit Delta Pamungkas Jakarta 1997.

Selain tiga ensiklopedi itu, juga ada beberapa buku-buku yang menerangkan jika Soekarno dilahirkan di Surabaya. Buku-buku itu antara lain karangan Soebagijo IN (Pengukir Jiwa Soekarno), Solichin Salam (Bung Karno Putra Sang Fajar), Nurinwa Ki. S Hendrowinoto dkk (Ayah Bunda Bung Karno,Penerbit Republika 2002), Nasution M.Y Riwayat Ringkas Penghidupan dan Perjuangan Ir. Soekarno. Dalam semua buku-buku terbitan itu bahkan sampai mencantumkan jika Soekarno lahir di Pandean Peneleh gang IV No.40 Surabaya.

Tak hanya itu, sejumlah penulis asing juga kerap menuliskan Soekarno sebagai kelahiran Surabaya. Para penulis asing biasanya mengutip sumber arsip di Leiden sebagaimana yang tertulis dalam ijasah dan berkas perkaran Soekarno ketika diadili. Sebagian lagi merujuk pada Cindy Adams (Soekarno dan Autobiografis as told to Cindy Adam 1996) Bob Hering (Soekarno Mitos dan Realitas 1986).

Terkait sejarah yang menyebut Soekarno lahir di Blitar, dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Sejarah ABRI pada 1967, yang yangkemudian dirujuk oleh Sekretariat Negara. Data resmi ini kemudian di kutip di buku-buku sejarah, terutama yang terbitan di atas 1967.[B](ded) Okz[/B]

http://bidiknews.com/nasional/peristiwa/4171-rumah-tempat-kelahiran-soekarno-akan-dijadikan-cagar-budaya.html